MUI Semarang Perkuat Islam Damai

Pengurus MUI Kota Semarang bersama PJ. Walikota Semarang Tavip Supriyanto (nomor enam dari kiri) di Balaikota Semarang, Rabu 10/2/2016. (Foto: M. Rikza Chamami).Pengurus MUI Kota Semarang bersama PJ. Walikota Semarang Tavip Supriyanto (nomor enam dari kiri) di Balaikota Semarang, Rabu 10/2/2016. (Foto: M. Rikza Chamami).

 

Semarang, Progresifnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang berupaya mengawal harmoni Islam dengan memegang teguh syariah dan dialog kebangsaan. Upaya ini merupakan upaya MUI Kota Semarang untuk mewujudkan Kota Semarang yang kondusif dan bersahabat. Kalau Semarang kondusif, Insya Allah Indonesia akan damai.

Demikian penjelasan Ketua MUI Kota Semarang Prof. KH. M. Erfan Soebahar, M.Ag saat bertemu Penjabat (Pj.) Walikota Semarang Tavip Supriyanto di Balaikota, Rabu (10/2/2016). Jika ulama sebagai tokoh agama Islam kompak menjalin persaudaraan, lanjut Erfan, maka suasana Indonesia semakin nyaman.

“Pengurus MUI yang akan dikukuhkan 5 Maret 2016 disusun dari semua perwakilan tokoh Ormas Islam,” tegas Erfan didampingi Sekretaris KH. Amin Farih M.Ag dan delapan pengurus MUI lainnya. Diharapkan, di antara para tokoh Islam ini terjalin komunikasi yang intens dalam mendorong Semarang lebih agamis dan maju dalam segala aspek.

Menyinggung maraknya aliran radikal yang menjurus para tindak terorisme, MUI Kota Semarang akan berusaha merangkul semua masyarakat untuk menjauhi sikap itu. Sebab bangsa Indonesia berdiri tegak menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menyatukan segala macam perbedaan dengan cara silaturrahmi.

Menanggapi hal itu, Tavip Supriyanto menyambut baik pengurus baru MUI Kota Semarang yang selalu bersinergi pemerintah. “Jalinan komunimasi umara dan ulama memang sangat penting. Pemerintah Kota (Pemkot) sebagai representasi umara dan MUI sebagai ulama memang harus selalu bermitra,” ujarnya.

Terkait hal itu, Pemkot Semarang akan membantu kegiatan MUI dan menginginkan MUI semakin aktif mengawal problem keagamaan khususnya Islam. Nasehat dari ulama sangat dibutuhkan oleh masyarakat Semarang. “Jadi ulama yang bergabung di MUI, selalu ditunggu oleh masyarakat luas peran aktifnya,” imbuh Tavip yang akan mengakhiri jabatan Pj Walikota 17 Februari 2016.

KH. Amin Farih M.Ag menambahkan, Islam yang terwadahi dalam MUI bertujuan untuk kedamaian umat dan bangsa khususnya masyarakat Semarang dengan pola Islam rahmatan lil alamamin. Yaitu Islam yang menjamin kedamaian tidak hanya untuk muslim saja, tapi untuk kedamaian semua umat dan nusantara.

MUI dibangun dengan prinsip mengedepankan kesatuan bangsa dengan karakter Islam nusantara bercirikan agama Islam Indonesia. Sehingga dalam kepengurusan MUI memasukan juga Muslim Tionghoa. “Jadi semua ormas kita wadahi,” kata Amin.

Pengurus MUI Kota Semarang bersama Walikota Semarang terpilih untuk periode 2016-2012, Hendrar Prihadi (duduk, berbaju putih) di rumah pribadinya di kawasan Lempongsari, Semarang, Rabu 10/2/2016. (Foto: M. Rikza Chamami).

Pengurus MUI Kota Semarang bersama Walikota Semarang terpilih untuk periode 2016-2012, Hendrar Prihadi (duduk, berbaju putih) di rumah pribadinya di kawasan Lempongsari, Semarang, Rabu, 10/2/2016. (Foto: M. Rikza Chamami).

Setelah beraudiensi dengan  Pj. Walikota, pengurus MUI bersilaturrahmi dengan Hendrar Prihadi, Walikota Semarang terpilih periode 2016-2021, di rumah pribadinya di kawasan Lempongsari, Semarang. Pria yang akrab dipanggil Hendi ini menyambut positif komitmen MUI dalam membangun ukhuwah islamiyah untuk mendukung program Pemkot lima tahun ke depan.

Hendi ingin Islam berkembang pesat di Semarang. Tentunya Islam yang moderat dengan cara selalu rembug bareng  dalam mengurus  umat dan warga Semarang. Semua isu agama harus diselesaikan dengan baik, jangan sampai ada konflik agama di Kota Semarang dan MUI yang bisa menjadi imamnya. (Red-A3)

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment on "MUI Semarang Perkuat Islam Damai"

Leave a comment