Pancasila Sebagai Identitas Politik Keindonesiaan

Tamb 2

“Belajar dari Suriah Negara yang semula aman, damai, dan sejahtera tiba-tiba hancur karena isu politik identitas. Konflik dan peperangan membunuh banyak orang yang tidak terlibat perang dan menghancurkan hampir sebagian besar peradaban yang mereka telah bangun selama ribuan tahun.”  Ujar Anggota MPR RI Hj. Dewi Asmara SH, MH di Gedung LIK Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat (Selasa, 25 Juni 2019)

Belajar dari pengalaman negara lain, politik identitas bisa menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari negara yang aman dan damai menjadi negara yang hancur karena perang saudara dan konflik horizontal yang berkepanjangan.

“Untuk mencegah timbulnya politik identitas yang negatif perlu menanamkan dasar ideologis dan idealisme yang kuat kepada semua elemen masyarakat, bahwa persatuan bangsa di atas kepentingan semua kelompok.” ujar Anggota Fraksi Partai Golkar MPR ini.

Dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan  yang dilaksanakan Gedung LIK Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Dewi Asmara menekankan agar Komunitas Motor Absolut Jupiter Sukabumi dan warga Desa Cibatu berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari konflik politik identitas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Dalam setiap praktek politik, sikap mulia dalam mengimplementasikan Pancasila merupakan keharusan.  Politik di Indonesia berkewajiban menciptakan  keadilan sosial demi persatuan Indonesia. Karena politik identitas yang berlebihan tidak akan melahirkan keadilan bagi segenap masyarakat Indonesia karena dalam prakteknya mereka ini sangat mementingkan kelompok sendiri di atas kepentingan bangsa.” Pungkas Dewi Asmara. (A-2)

 

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest