Pengamalan Pancasila dan Kebhinnekaan Akan Menjaga Indonesia dari Politik Adu Domba

Anggota DPR/MPR RI Taufiqulhadi, dalam acara Sosialisasi MPR tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI di Kabupaten Jember. Foto: JHAAnggota DPR/MPR RI Taufiqulhadi, dalam acara Sosialisasi MPR tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI di Kabupaten Jember. Foto: JHA

 

Jawa Timur,- Di dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika terkandung nilai-nilai moral yang mampu menjaga segenap rakyat Indonesia dari hempasan angin politik devide et impera (politik adu domba).

Hal itu dikatakan Anggota DPR/MPR RI, Taufiqulhadi, dalam sebuah pengantar sosialisasi MPR tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI di Desa Sucopangepok, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (11/03/2019).

Di hadapan warga desa, tokoh masyarakat dan kader Partai Nasdem di sana, Taufiqulhadi menjelaskan tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal ika sebagai suatu kristalisasi ajaran moral leluhur yang menjadi dasar perekat bangsa Indonesia dalam menyamakan persepsi antar suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dalam dimensi bernegara.

“Apabila dalam pemilihan umum kali ini ada upaya gerakan politik yang menggunakan politik identitas berbasis SARA menjelang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden maupun pemilihan umum legislatif, maka mereka itu sama dengan kaum imperialis yang merebut nusantara dengan cara memecah belah anak bangsa”, ujar Taufiqulhadi.

Taufiqulhadi juga menambahkan bahwa, politik identitas berbasis SARA sangat berbahaya, karena akan menimbulkan stagnasi pembangunan nasional sebagai akibat dari potensi konflik yang mungkin terjadi dan mengeras di beberapa wilayah.

“Jika penggunaan politik identitas dibiarkan menjadi suatu kelaziman di Republik ini, maka pemilihan umum sebagai sarana rakyat Indonesia untuk melakukan evaluasi, perbaikan dan pemilihan para kader bangsa terbaik untuk membangun bumi pertiwi ini, telah gagal memaknai demokrasi Pancasila sebagaimana tertuang dalam sila ke-4 Pancasila”, ujar Taufiqulhadi.

Pada akhir diskusi Taufiqulhadi menghimbau agar nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan harus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sebab dengan mengamalkan nilai-nilai tesebut, bangsa Indonesia akan semakin kuat dan terjaga dari serangan virus politik adu domba yang mengandung unsur SARA. (Red-A3)

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest