Temu Ramah Anggota DPR dengan Kader Partai NasDem dan Masyarakat Kurang Mampu di Cot Girek, Aceh Utara

Anggota DPR RI Zulfan Lindan (berbatik merah). (Foto: Istimewa)Anggota DPR RI Zulfan Lindan (berbatik merah). (Foto: Istimewa)

 

ACEH, progresifnews.com Setelah berkunjung ke Pesantren Nurul Iman, kegiatan terus berlanjut dengan Silaturahmi dan Temu Ramah dengan Kader Partai NasDem dan Masyarakat Kurang Mampu di Cot Girek, Aceh Utara, yang bertempat di Aula UP2K, Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Hadir dalam acara tersebut Iskandar, Anggota DPRK Aceh Utara, perwakilan Muspika Cot Girek yakni Bapak Usman K Sos, Camat Cot Girek, serta Ketua DPD NasDem Aceh Utara, T Hidayat, bersama kader NasDem, Simpatisan dan masyarakat Cot Girek.

Cot Girek termasuk daerah pedalaman di Aceh Utara, sekitar 15 Km dari Kota Lhoksukon atau 35 Km dari Kota Lhokseumawe. Daerah ini merupakan areal perkebunan milik PTPN-1. Dulu, pada tahun 1970an ada Pabrik Gula di Cot Girek. Bahkan yang meresmikannya Presiden Soeharto. Pernah menjadi harapan bagi masyarakat Aceh. Namun, sedari awal memang pabrik tersebut sepertinya tidak didukung sepenuh hati oleh pemerintah Orde Baru, PTPN-1 yang mengelola perkebunan tebu tidak jelas, hingga akhirnya betul-betul ditutup pada tahun 1985.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Cot Girek mengeluhkan mengenai kilometer jalan di kecamatan itu rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Mereka lebih banyak menyalahkan PTPN-1 Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Camat Cot Girek Usman K mengatakan PT. PN-I kurang memperhatikan masyarakat di lingkungan perusahaan. Padahal, kata dia, saat ini kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat setempat adalah pembangunan jalan, karena petani sangat kesulitan megangkut hasil kebun akibat jalan rusak.

Selain itu, Usman K, juga menyampaikan permohonan kepada Bapak Zulfan Lindan, untuk disampaikan kepada Menteri BUMN RI terkait permohonan hibah lahan PTPN-1 Kebun Cot Girek untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di Cot Girek. Lahan perkantoran Muspika Cot Girek yang berlokasi di Batu XII sampai saat ini masih berstatus pinjam pakai dari PTPN-1 Kebon Cot Girek. Hal ini menjadi kendala bagi Pemerintahan Kecamatan Cot Girek dalam hal penataan asset dan inventarisasi asset.

Bukan hanya itu, Kecamatan Cot Girek hingga saat ini belum memiliki lapangan upacara yang representatif, misalnya, untuk penyelenggaraan upacara peringatan HUT RI tingkat kecamatan. “Kami minta kepada Pak Zulfan Lindan untuk memperjuangan hibah tanah seluas 2 hektar untuk perkantoran Muspika Cot Girek, dan hibah tanah seluas 4 hektar yang berada di depan Perkantoran Muspika Cot Girek untuk dimanfaatkan sebagai lapangan upacara kecamatan dan kegiatan kemasyarakata,” ujar Usman.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI meminta kepada Camat ataupun Muspika Cot Girek untuk membuat surat permohonan khusus yang ditujukan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno. “Surat permohonan hibah harus segera dibuat, karena sekarang ini pemerintah lewat Menteri Rizal Ramli sedang meminta kepada semua BUMN untuk melakukan hitung ulang dan evaluasi seluruh asset BUMN,” katanya. Zulfan menyampaikan, jika tanah tersebut memang bermanfaat untuk kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan, maka pemerintah lewat kementerian BUMN akan berkenan untuk menghibahkannya. (Red-A1)

 

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment on "Temu Ramah Anggota DPR dengan Kader Partai NasDem dan Masyarakat Kurang Mampu di Cot Girek, Aceh Utara"

Leave a comment